BPPT Kota Cabut SIUP SITU UD. MFJ
Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Kupang

By 08 Apr 2015, 09:11:03 WIBInfo Publik

BPPT Kota Cabut SIUP SITU UD. MFJ

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Kupang


KUPANG, TIMEX-Perintah pencabutan izin UD Mitra Flobamora Jaya, oleh Wali Kota Kupang, ditindaklanjuti Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Kupang.
Kepala BPPT kota Kupang, Noce Nus Loa kepada koran ini, Selasa (30/9) mengemukakan, pihaknya saat ini sedang mengkaji untuk mencabut izin UD. MFJ. Pasalnya, berdasarkan hasil koodinasi dengan lembaga penegak Peraturan Daerah maupun Dinas Pertanian, Perkembunan, peternakan dan Kehutanan (DPPPK) Kota Kupang, pemilik perusahaan dimaksud, Agus Santoso, tidak pernah mengindahkan berbagai bentuk pembinaan, pengawasan dan pengendalian yang dilakukan lembaga terkait.
Dia menyebutkan, kepada DPPPK Kota Kupang, yang bersangkutan sudah membuat pernyataan, untuk tidak melakukan aktivitas distribusi telur, yang dipasok tidak sesuai dengan perusahaan yang ditentukan. Selain itu, Satuan Pol PP telah memanggil yang bersangkutan untuk diambil keterangan, karena aktivitasnya yang telah dilarang. Namun hingga kini belum juga memenuhi panggilan dalam rangka pembinaan, pengawasan dan pengendalian usaha.
Karena beberapa pelanggaran terhadap peraturan daerah bilang Noce, pihaknya akan segera mencabut SIUP dan SITU. "Kita cabut izin berupa SIUP dan SITU karena tidak mengikuti pembinaan, pengawasan dan pengendalian, termasuk melanggar aturan daerah yang berlaku," papar mantan Kabag Humas Setda Kota Kupang itu.
Menyoal kapan akan dicabut izinnya, dia mengemukakan, dalam waktu dekat akan segera dicabut izin yang telah dikeluarkan pihaknya, berupa SIUP dan SITU.
Dengan dicabutnya izin itu katanya, UD. MFJ tidak boleh beraktivitas lagi, terutama memasok dan mendistribusikan telur, sebagaimana dilakukan sebelumnya.
Pencabutan izin bilangnya, selain untuk menegakkan aturan, juga untuk menjaga masyarakat Kota Kupang, sebab telur yang dipasok, harus sesuai dengan SK kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Nomor: Disnak.524.3/09/Keswan/2010, tentang penolakan, pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular influenza pada unggas dan babi, HOG Cholera, porcine reproductive and respiratory syndrom (PRRS) di Provinsi NTT.
Dalam aturan itu tambahnya, hanya mengizinkan UD. Dua Jaya, Surabaya, CV. Sapta Sarana, Blitar, UD. Cahaya Surya, Blitar dan UD. Lucky, Malang, untuk memasuk telur. Nyatanya, UD. MFJ memasok telur tidak dari empat perusahaan tersebut, melainkan dari perusahaan tidak terdaftar dalam SK Kadis Peternakan NTT.
Lebih jauh dia menguraikan, setelah pencabutan izin, pihaknya akan melakukan pengawasan bersama instansi terkait, sehingga tidak ada lagi aktivitas perusahaan itu di Kota Kupang. (lok)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar Anda

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Website ini Berguna Untuk Anda?
  Ya
  Tidak

Komentar Terakhir

  • avatar-1

    jelly gamat sirup obat

    Terima kasih atas berita anda sangat aktual dan berimbang selamat sehat dan baik ...

    View Article
  • avatar-1

    Reviews of essay writing service

    This blog usually inspires me loads too take new teaching from right here!I will ...

    View Article
  • avatar-1

    cara menghilangkan benjolan di vagina

    com/halkomentar semua berita 21 september 2015 ...

    View Article