Serahkan IMB Hasil Program Pemutihan
Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Kupang

By 08 Apr 2015, 09:23:00 WIBInfo Publik

Serahkan IMB Hasil Program Pemutihan

Keterangan Gambar :


Pemerintah Kota Kupang memberikan kesempatan kepada warga kota untuk melakukan pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan memberikan potongan sebesar 50 persen dari biaya pengurusan yang berlaku selama ini. Kesempatan itu benar-benar dimanfaatkan warga kota, khususnya bagi mereka yanh belum mengantongi IMB terhadapbangunan milik mereka. Pengurusan IMB tersebut telah dilakukan melalui RT masing-masing. Dan kemarin, bertepatan dengan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pelayanan di Kantor BPPT Kota Kupang, Wakil Walikota Kupang dr. Herman Man menyerahkan IMB kepada warga.

YOPPY LATI-Kupang
Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Wakil Walikota Kupang ke Kantor BPPT Kota Kupang kemarin untuk melihat langsung pelayanan pengurusan IMB maupun izin lainnya di kantor yang dipimpin Noce Nus Loa, SH tersebut. Di kantor yang terletak di Jalan Timor Raya itu, Wakil Walikota Kupang mendapati warga yang sedang antri di Kantor Cabang Bank NTT untuk membayar biaya pengurusan.
Setelah berdialog dengan warga yang sedang antri, Wakil Walikota menyambangi loket pengambilan IMB dan izin lainnya. Kepada para petugas loket, Wawali meminta mereka untuk memberikan pelayanan yang baik, cepat dan murah senyum kepada masyarakat yang datang mengambil izin yang diperlukan. Selanjutnya, Wawali menyerahkan secara langsung beberapa IMB kepada pemilik IMB yang selesai pengurusannya.
Wakil Walikota Kupang dr. Herman Man kepada wartawan mengungkapkan, program pemberian kemudahan untuk mempermudah pengurusan IMB kepada masyarakat Kota Kupang semata-mata bertujuan untuk menolong warga Kupang yang selama ini belum memiliki IMB. Dikatakan lagi, program ini berguna bagi masyarakat agar masyarakat mendapat kepastian hukum terhadap bangunan dan tanah miliknya.
"Ini program untuk menolong masyarakat demi mendapat kepastian hukum. Ini juga merupakan hadiah natal bagi warga Kota Kupang. Nanti kita evaluasi dan kalau masih perlu lagi, kita lakukan lagi pada Bulan April 2015 bertepatan dengan HUT Kota Kupang," ungkap mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang ini lagi.
Dari sisi pemerintahan, lanjut Herman Man, program pemutihan IMB juga bermaksud agar agar pemerintah teratur dan bagi masyarakat memiliki kesadaran kepatuhan terhadap hak milik. Jika telah memiliki kepastian hukum terhadap hak milik warga maka nilai ekonomisnya  tinggi karena bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit di Perbankan. "Oleh karena itu, uruslah IMB, yakin saja bahwa pemerintah tidak akan mempersulit pengurusannya," pintanya kepada warga Kota Kupang.
Usai melakukan Sidak di Kantor BPPT, Wawali melanjutkan Sidak untuk melihat dari dekat pelayanan di beberapa SKPD yang ada, seperti Dinas Peternakan Kota Kupang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Dinas Kependudukan dan catatan sipil. Wawali yang didampingiKabag Humas dan Protokol Orson G. Nawa memeriksa setiap ruangan beberap SKPD. Di dinas Nakertrans, Wawali sempat berdialog dengan seorang ibu dari sebuah PJTKI yang hendak mengurus TKW untuk dikirim ke luar negeri. Wawali sempat memeriksa berkas para TKW karena dikuatirkan ada TKW yang bukan berasal dari Kota Kupang maupun ada calon TKW yang memiliki KTP Kota Kupang namun bukan warga kota. "Perlu diteliti secara akurat, jangan sampai ada tenaga kerja illegal atau TKW dari daerah lain dan miliki KTP tanpa prosedur," ucapnya.
Usai Didak, Wawali kembali menegaskan bahwa Sidak yang dilakukannya di Kantor BPPT Kota Kupang, dan kantor pelayanan masyarakat lainnya seperti Dinas Nakretrans, Dinas Capilduk untuk melihat langsung pelayanan kepada masyarakat. Terutama di Kantor BPPT, karena telah menbdapatkan sertifikat Kepatutan dari Komisi Ombusman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Sidak bukan untuk mencari kesalahan tapi kepatuhan aparat terhadap perijinan. Kita harus pertahankan penilaian baik dari Komisi Ombusman," kata Wawali.
Sementara itu, Kepala BPPT Kota Kupang Noce Nus Loa, SH menegaskan, tujuan program pemutihan IMB untuk memberikan kepastian hukum terhadap setiap bangunan milik warga. Selain itu untuk penetaan dan penertiban pemanfaatan ruang sesuai rencana Tata ruang Kota atau RTRK, serta mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya IMB.
Diakui Mantan Kabag Humas Setda Kota Kupang ini, jumlah berkas yang masuk dan sudah final dan sudah selesai sebanyak 271 berkas dan saat ini berkas-berkas tersebut sudah dikirim ke kelurahan untuk diserahkan ke pemilik dan selanjutnya membayar ke Bank NTT dan membawa pulang IMB. Berdasarkan Peraturan Walikota Kupang (Perwali) Nomor 18A Tahun 2014, tarifnya pengurusan IMB adalah, untuk bangunan semi permanen dikenakan biaya Rp360. 000  per meter persegi, sedang jika diurus melalui program pemutihan menjadi Rp. 180.000 per meter. Untuk rumah permanen sebesar Rp720. 000 per meter menjadi Rp360.000 per meter. (opi/sps)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar Anda